KARYA
TULIS ILMIAH
MEMANFAATKAN
TANAMAN LAMTORO
NAMA KELOMPOK : ANAS HABIBUROHMAN R
VERREL
BRIAN R.R.S
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ilmiah tentang Lamtoro dan pemanfaatannya dengan baik.
Adapun makalah ilmiah
tentang Lamtoro dan pemanfaatannya ini telah kami usahakan semaksimal mungkin
dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas
dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi
penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan
tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member
saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhirnya penyusun
mengharapkan semoga dari makalah ilmiah tentang lamtoro dan
pemanfaatannya ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat
memberikan inpirasi terhadap pembaca.
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
..........................................................................................................................................................4
B. Rumusan
Masalah
..........................................................................................................................................................5
C. Tujuan
..........................................................................................................................................................5
D. Manfaat
Karya Tulis ..........................................................................................................................................................5
E. Sistematik
..........................................................................................................................................................5
BAB
II LANDASAN TEORI
A.Kajian
Pustaka
................................................................................................................................................... ......6
BAB
III METODOLOGI PENELITIAN
A.Jenis
Penelitian
..........................................................................................................................................................8
B.Pendekatan
Penelitian
..........................................................................................................................................................8
C.Sumber
Data .........................................................................................................................................................8
D.Objek
Penelitian
..........................................................................................................................................................8
E.Teknik
Pengumpulan Data ................................................................................................................./........................................8
F.Teknik
Analisis Data
..........................................................................................................................................................8
BAB
IV PEMBAHASAN
A.Pembahasan
..........................................................................................................................................................9
BAB
V PENUTUP
A.Kesimpulan
.........................................................................................................................................................11
B.Saran
.........................................................................................................................................................11
C.Daftar
Pusaka
.........................................................................................................................................................12
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Biji lamtoro terasa pahit dan netral tumbuhan ini
merupakan peluruh air seni (diuretik)
dan cacing usus selain mengandung lemusin , leukanin . leukanol dan protein
daun tumbuhan ini juga mengandung alkaloid , saponin , flafonoit , protein ,
lemak , kalsium ,fosfor,dan sejumlah vitamin (A,B1 dan C). Untuk pemakaian
sebagai obat biji dan seluruh bagian tumbuhan ini dipakai bijinya dikeringkan
dan dijadikan bubuk sebanyak 1 sendok teh biji yang direbus dalam setengah cangkir 1,2 panas dapat
digunakan untuk obat kencing manis. Oleh suku sunda di jawa barat kunyahan daun
lamtoro digunakan untuk ditempelkan pada luka yang disebabkan benda tajam.
Juga, di Cilacap, buah lamtoro yang dicampur dengan kulit batang talas dapat
dipergunakan untuk mengobati luka teriris pisau.[Wikipedia.org]
Menurut Tim
Biologi dalam cara
pedia.com (2016) Pertumbuhan adalah
proses penambahan volume tubuh makhluk hidup yang sifatnya tidak bisa kembali
ke keadaan semula. Penambahan disebabkan adanya penambahan jumlah dan volume
sel, karena adanya pembelahan mitosis dan pembesaran sel.Menurut penulis volume
adalah isi
atau besarnya atau banyaknya isi yang mengisi
seluruh ruang.
Menurut Wismoady Wahono dalam cara pedia.com (2016) Pertumbuhan
adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan
kedalaman, dan sekaligus pertambahan dalam arti integrasi, saling keterhubungan
dan kompleksitas
Anggapan masyarakat
tentang pengobatan alternatif. Lamtoro sangat berguna sekali bagi kehidupan
manusia tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai
perkakas juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan manfaat lamtoro
diantaranya adalah untuk pengobatan diabetes dan dilakukan secara herbal
ekstrak air dari biji lamtoro dapat bertindak sebagai agen penurun gula darah
pada mencip yang pangreasnya.telah diinduksi streptazotocim ditemukan dari
pangreas juga ikut terlindungi dari efek nekrotik dari biji lamtoro pada
akhirnya disimpulkan bahwasanya ekstrak air dari lamtoro menunjukan efek anti
diabetes yang signifikan. Selama ini daun lamtoro atau daun petai cina
digunakan untuk penghijauan, pencegahan erosi, mengobati luka ringan , mauoun
pakan babi. Sedangkan lidah mertua telah dimanfaatkan sebagai pagar rumah,
sebagai parfum, mencegah diabetes. Kemudian getahnya digunakan untuk obat anti
septik dan negara jepang telah memanfaatkan nya sebagai bahan pembuat kain dan
kreasi anyaman.
B.RUMUSAN
MASALAH
- Bagaimana cara
memanfaatkan lamtoro ?
C.TUJUAN
2.1 Agar pembaca tahu ciri khusus tanaman lamtoro.
2.2 Agar pembaca tahu kandungan lamtoro.
2.3 Agar pembaca tahu kandungan lamtoro.
2.4 Agar pembaca tahu manfaat lamtoro untuk
dijadikan obat-obatan seperti kencing manis, diabetes, luka teriris pisau.
2.5 Agar pembaca tahu manfaat batang lamtoro.
2.6
Agar pembaca
tahu manfaat daun dan bagian lain tanaman lamtoro.
D.MANFAAT
KARYA TULIS
1.Untuk Siswa
-Digunakan Sebagai Obat-obatan
-BahanPenelitian
-Untuk Pupuk tanaman yang ada disekitar kelas
2.UNTUK SEKOLAH
-Digunakan Sebagai obat-obatan para siswa dan
siswi jika ada yang terluka terkena benda tajam
-Ditanam Sebagai
pohon untuk peneduh
-Meningkatkan kesuburan tanah untuk tanah yang ada dilingkungan sekolah
3.UNTUK MASYARAKAT
-Dimanfaatkan
sebagai perkakas dan digunakan sebagai obat-obatan
-Bahan Pembuat Kertas
-Pakan
Ternak
E.SISTEMATIK
Karya tulis ilmiah
ini dibangun dengan sisitematik standar dan baku meliputi Pendahuluan, Landasan
teori, Meteodologi Penelitian, Pembahasan, Penutup.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
KAJIAN PUSTAKA
A.
CIRI
UMUM TANAMAN LAMTORO
Lamtoro, petai cina,
atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae,
polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan
erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun
diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan,[6] dan
kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di
Malaysia dinamai petai belalang.Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan
yang lain seperti pĕlĕnding,
peuteuy sélong
(Sd.); kemlandingan, mètir,
lamtoro dan lamtoro gung (lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih
besar) (Jw.); serta kalandhingan, lantoro (Md.).[6] Nama-namanya dalam pelbagai
bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG);
ipil-ipil, elena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree
(Ingg.); dan leucaene, faux mimosa (Prc.).[7] Nama spesiesnya, leucocephala
(='berkepala putih') mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.[8](Wikipedia.org)
B.
BAGIAN-BAGIAN
TANAMAN LAMTORO
1.Pohon
atau perdu
memiliki tinggi
hingga 20m;[9] meski kebanyakan hanya sekitar 2-10 m.[10] Percabangannya rendah
dan banyak, dengan pepagan berwarna kecoklatan atau keabu-abuan,
berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-rantingnya berbentuk bulat torak,
dengan ujung yang berambut rapat.[7]
2.Daun
Daunnya majemuk dan
berbentuk menyirip rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang, kebanyakan dengan
kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip terbawah; daun penumpu
kecil, bentuk segitiga. Anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk
garis memanjang, 6-16(-21) mm × 1-2(-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal
miring (tidak sama), permukaannya berambut halus dan tepinya berjumbai.[7][11]
3.Bunga
Bunganya majemuk
berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6
bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola
berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas tangkai sepanjang
2-5 cm.[8] Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng
bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas.
Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas.[11]
Buahnya polong
berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14–26 cm × 2 cm, dengan sekat-sekat di
antara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering
jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Buah lamtoro mengandung 15-30
biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang[10]
atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat tua mengkilap yang berukuran
6–10 mm × 3-4,5 mm.[7][11] Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan
berpenampang lebih kecil.[12]
C.
ASAL-USUL, ANAK JENIS DAN PERSEBARAN
1.Asal-usul
Lamtoro berasal dari
Meksiko dan Amerika Tengah, dan dari situ kemudian menyebar luas. Penjajah
Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina pada akhir abad XVI. Dari
tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia. Lamtoro
ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan
ternak yang lekas tumbuh.
2.jenis
Lamtoro mudah
beradaptasi, dan dengan cepat tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis
di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Ada tiga anak jenis
(subspesies)nya, yakni:[8]
A.Leucaena
leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebarluaskan oleh
bangsa Spanyol. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’,
berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
B.ssp.
glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran
besar (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro
gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta;
C.
ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.
3.Persebaran
Di Indonesia, tanaman ini yang
menjadi flora identitas provinsi Jawa Tengah ini tersebar hampir di seluruh
wilayah Indonesia. Daerah Lamtoro adalah Guatemala, Salvador dan Hondura. Saat
ini, Lamtoro telah tersebar di kawasan
Asia Tenggara.
BAB
III
METODE PENELITIAN
A.Jenis penelitian
Dalam karya tulis ini penulis menggunakan jenis penelitian
kualitatif penelitian diskriptif kualitatif adalah penelitian yang ditujukan
untuk mendiskripsikan dan menganalisis tumbuhan lamtoro dan manfaatnya.
Menurut Sugiyono, (2003:14) Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
Sementara Render (2006) mengemukakan metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah untuk pengambilan keputusan manajerial dan Ekonomi.
Menurut Sugiyono, (2003:14) Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
Sementara Render (2006) mengemukakan metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah untuk pengambilan keputusan manajerial dan Ekonomi.
B.Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah melalui metode analisis deskriptif kualitatif
C.Sumber Data
Sesuai tujuan penelitian yang menjadi sumber
data pada penelitian ini adalah web
D.Objek Penelitian
Data pada penelitian
ini adalah manfaat lamtoro
E.Teknik pengumpulan data
Metode pengumpulan
data yang kami lakukan dalah cara pembacaan yang intensif pencatatan data
himpunan dan selanjutnya dianalisa sesuai dengan fokus masalah yang sedang
dianalisis berdasarkan hasil temuan.
F.Analisis Penelitian
: data yang tekumpul dianalisis melalui langkah-langkah pengklasifikasian
sampai kesimpulan dngan kata lain data dianalisis melalui kegiatan
mengidentifikasi dan memferikasi/penarikan kesimpulan data penelitian.
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
Kandungan
yang terdapat pada lamtoro
-
ekstrak
lamtoro dapat menyebabkan berkurangnya dan panjang fetes(janin seiring dengan
meningkatnya dosis pemberian,tapi tidak bermakna statistik
- Selain itu juga telah diteliti pengaruh
biji Leucaena terhadap toleransi dan darah tikus diabetes yang berarti sebesar
27,28mg dan 43,72mg efek penurunan ini lebih kecil dibandingkan terhadap tikus
yang diberi gliklaz 7,2mg/kg.
- Pada tahun 2006 telah dibuktikan ekstrak
air biji lamtoro dapat bertindak sebagai agen penurun gula darah dan telah
diindikasi oleh STREP TOZOCIN, ditemukan B-CELL dari pangreasnya juga
terlindungi dari efek neuratik dari biji lamtoro . akhirnya disimpulkan bahwa
ekstrak air lamtoro menunjukan efek anti diabetes yng signifikan setelah
diberikan secara oral.
B. Manfaat Lamtoro
Sejak
lama lamtoro telah dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber
kayu bakar dan pakan ternak. Di tanah-tanah yang cukup subur, lamtoro tumbuh
dengan cepat dan dapat mencapai ukuran dewasanya (tinggi 13–18 m) dalam waktu 3
sampai 5 tahun. Tegakan yang padat (lebih dari 5000 pohon/ha) mampu
menghasilkan riap kayu sebesar 20 hingga 60 m³ per hektare per tahun. Pohon
yang ditanam sendirian dapat tumbuh mencapai gemang 50 cm.[13] Jika ditanam di
dekat-dekat pohon lainnya, maka pohon di sampingnya akan kekurangan sinar
matahari. Oleh sebab itu, biasanya lamtoro/petai cina ditanam sebagai pohon
pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut. Tumbuhan ini
juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun pangkasnya
sebagai pupuk dalam tanah-.[14]
Pemanfaatan lamtoro sebagai rambatan hidup
tanaman vanili (1920-1930)
Lamtoro adalah salah satu jenis polong-polongan
serbaguna yang paling banyak ditanam dalam pola pertanaman campuran (wanatani).
Pohon ini sering ditanam dalam jalur-jalur berjarak 3–10 m, di antara
larikan-larikan tanaman pokok. Kegunaan lainnya adalah sebagai pagar hidup,
sekat api, penahan angin, jalur hijau, rambatan hidup bagi tanaman-tanaman yang
melilit seperti lada, vanili, markisa dan gadung, serta pohon penaung di
perkebunan kopi dan kakao.[7][15] Di hutan-hutan tanaman jati yang dikelola
Perhutani di Jawa, lamtoro kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk
mengendalikan hanyutan tanah (erosi) dan meningkatkan kesuburan tanah.[16]
Perakaran lamtoro memiliki nodul-nodul akar tempat mengikat nitrogen dan banyak
menghasilkan daun sebagai sumber organik.[17]
C. Bahaya Lamtoro Bagi Kesehatan
Ternak Dan Manusia
1.Bagi
hewan ternak
Ternak sapi dan
kambing menghasilkan pertambahan bobot yang baik dengan komposisi hijauan pakan
berupa campuran rumput dan 20-30% lamtoro. Meskipun semua ternak menyukai
lamtoro akan tetapi kandungannya tinggi dan dapat menyebabkan kerontokan rambut
pada ternak.selain itu apabila sapi diberi lamtoro selama 6 bulan terus menerus
maka sapi akan mengalami kehilangan rambut penurunan fertilitas (kesuburan)
gangguan pada kelenjar tiroid dan katarak. Mimasin sejenis asam amino
terkandung pada daun-daun dan biji lamtoro , pada ruminansia ,mimosin ini
diuraikan didalam lambungnya oleh sejenis bauteria.pemanasan dan pemberian
garam besi sampai belerang pun dapat mengurangi sisitas mimosin.
2.Bagi
manusia
Pete mengandung asam
amino tinggi sehingga dapatmengganggu kesehatan ginjal. Untuk itu, bagi yang
menderita penyakit ginjal, sebaiknya menghindari konsumsi pete.
• Kadar
purin tinggi sehingga meningkatkan adam urat dan reumatik
• Bau
yang menyengat kadang menimbulkan rasa pusing/sakit kepala
• Bau
menyengat pete dapat memicu bau mulut
BAB
V
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik
dari hasil penelitian yang telah dilakukan, uji statistik dan dengan
memperhatikan pembahasan adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh pemberian ekstrak
daun lamtoro(Leucaena leucocephala L.)
terhadap pertumbuhan
2. Ekstrak daun lamtoro(Leucaena
leucocephalaL.)pada kosentrasi 250 ml/tanaman
memberikan pengaruhpaling
baikterhadap pertumbuhan
3. Lamtoro/petai cina ditanam
sebagai pohon pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut.
Tumbuhan ini juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun
pangkasnya sebagai pupuk dalam tanah-.[14]
B.SARAN
1.Disarankan penulis untuk pembaca agar pembaca
memberi saran, kritik untuk Karya Tulis Ilmiah yang tertulis.
2.Saran agar pembaca jika membuat karya tulis
ilmiah bertema tentang memanfaatkan lamtoro agar pembaca meneliti bidang aspek
tanaman yang lain selain lamtoro.
DAFTAR PUSTAKA
Carapedia.2016.Defisi
Pertumbuhan.[Online]Tersedia
https://carapedia.com/pengertian_definisi_pertumbuhan_info2188.html
Diakses pada : 3 Februari 2016
Wikipedia.2016.Lamtoro.[Online]Tersedia
https://id.wikipedia.org/wiki/Lamtoro
Diakses pada : 3
Februari 2016
Nyusundalan.2016.Manfaat
dan khasiat serta kandungan gizi lamtoro petai cina plandingan.[Online]Tersedia
Diakses pada : 5
Februari 2016
Taufikrahmatullah.2012.Perbedaan
mendasar peneliti kualitatif dan kuantitatif.[Online]Tersedia
Diakses pada : 6
Februari 2016
Ibu dan
balita.2016.Bahaya petai bagi kesehatan.[Online]Tersedia
Diakses pada :
11 Februari 2016
Beautygirly.2015.Rahasia
manfaat dan efek samping petai untuk kesehatan.[Online]Tersedia
Diakses pada :
11 Februari 2016
Bongreng.2014.Persamaian
bibit lamtoro leucena.[Online]Tersedia
Diakses pada :
11 Februari 2016
Aimyaya.2016.Obat
diabetes tradisional lamtoro petai cina.[Online]Tersedia
Diakses
pada : 12 Februari 2016
-





Tidak ada komentar:
Posting Komentar