Kamis, 24 Maret 2016

anashabibKTILamtoro




KARYA TULIS ILMIAH
MEMANFAATKAN TANAMAN LAMTORO







NAMA KELOMPOK :  ANAS HABIBUROHMAN R
                                       VERREL BRIAN R.R.S

PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Lamtoro dan pemanfaatannya dengan baik. 
Adapun makalah ilmiah tentang Lamtoro dan pemanfaatannya ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ilmiah tentang lamtoro dan pemanfaatannya ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.


DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..........................................................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................................................................................5
C. Tujuan ..........................................................................................................................................................5
D. Manfaat Karya Tulis ..........................................................................................................................................................5
E. Sistematik ..........................................................................................................................................................5
BAB II LANDASAN TEORI
A.Kajian Pustaka ................................................................................................................................................... ......6
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.Jenis Penelitian ..........................................................................................................................................................8
B.Pendekatan Penelitian ..........................................................................................................................................................8
C.Sumber Data  .........................................................................................................................................................8
D.Objek Penelitian ..........................................................................................................................................................8
E.Teknik Pengumpulan Data ................................................................................................................./........................................8
F.Teknik Analisis Data ..........................................................................................................................................................8
BAB IV PEMBAHASAN
A.Pembahasan ..........................................................................................................................................................9
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan .........................................................................................................................................................11
B.Saran .........................................................................................................................................................11
C.Daftar Pusaka .........................................................................................................................................................12


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Biji lamtoro terasa pahit dan netral tumbuhan ini merupakan peluruh air seni (diuretik) dan cacing usus selain mengandung lemusin , leukanin . leukanol dan protein daun tumbuhan ini juga mengandung alkaloid , saponin , flafonoit , protein , lemak , kalsium ,fosfor,dan sejumlah vitamin (A,B1 dan C). Untuk pemakaian sebagai obat biji dan seluruh bagian tumbuhan ini dipakai bijinya dikeringkan dan dijadikan bubuk sebanyak 1 sendok teh biji yang direbus  dalam setengah cangkir 1,2 panas dapat digunakan untuk obat kencing manis. Oleh suku sunda di jawa barat kunyahan daun lamtoro digunakan untuk ditempelkan pada luka yang disebabkan benda tajam. Juga, di Cilacap, buah lamtoro yang dicampur dengan kulit batang talas dapat dipergunakan untuk mengobati luka teriris pisau.[Wikipedia.org]
Menurut Tim Biologi dalam cara pedia.com (2016) Pertumbuhan adalah proses penambahan volume tubuh makhluk hidup yang sifatnya tidak bisa kembali ke keadaan semula. Penambahan disebabkan adanya penambahan jumlah dan volume sel, karena adanya pembelahan mitosis dan pembesaran sel.Menurut penulis volume adalah isi atau besarnya atau banyaknya isi yang mengisi  seluruh  ruang.
Menurut Wismoady Wahono dalam cara pedia.com (2016) Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman, dan sekaligus pertambahan dalam arti integrasi, saling keterhubungan dan kompleksitas
Anggapan masyarakat tentang pengobatan alternatif. Lamtoro sangat berguna sekali bagi kehidupan manusia tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai  perkakas juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan manfaat lamtoro diantaranya adalah untuk pengobatan diabetes dan dilakukan secara herbal ekstrak air dari biji lamtoro dapat bertindak sebagai agen penurun gula darah pada mencip yang pangreasnya.telah diinduksi streptazotocim ditemukan dari pangreas juga ikut terlindungi dari efek nekrotik dari biji lamtoro pada akhirnya disimpulkan bahwasanya ekstrak air dari lamtoro menunjukan efek anti diabetes yang signifikan. Selama ini daun lamtoro atau daun petai cina digunakan untuk penghijauan, pencegahan erosi, mengobati luka ringan , mauoun pakan babi. Sedangkan lidah mertua telah dimanfaatkan sebagai pagar rumah, sebagai parfum, mencegah diabetes. Kemudian getahnya digunakan untuk obat anti septik dan negara jepang telah memanfaatkan nya sebagai bahan pembuat kain dan kreasi anyaman.



B.RUMUSAN MASALAH
- Bagaimana cara memanfaatkan lamtoro ?
C.TUJUAN
2.1 Agar pembaca tahu ciri khusus tanaman lamtoro.
2.2 Agar pembaca tahu kandungan lamtoro.
2.3 Agar pembaca tahu kandungan lamtoro.
2.4 Agar pembaca tahu manfaat lamtoro untuk dijadikan obat-obatan seperti kencing manis, diabetes, luka teriris pisau.
2.5 Agar pembaca tahu manfaat batang lamtoro.
2.6             Agar pembaca tahu manfaat daun dan bagian lain tanaman lamtoro.
D.MANFAAT KARYA TULIS
1.Untuk Siswa    
                                                                                                                                                         -Digunakan Sebagai Obat-obatan                                                                                     
 -BahanPenelitian                                                                                                                                                     -Untuk Pupuk tanaman yang ada disekitar kelas
2.UNTUK SEKOLAH  
                                                                                                                                                -Digunakan Sebagai obat-obatan para siswa dan siswi jika ada yang terluka terkena benda tajam       
-Ditanam Sebagai pohon untuk peneduh                                                                                                       
-Meningkatkan kesuburan tanah untuk tanah yang ada dilingkungan sekolah      
3.UNTUK MASYARAKAT
-Dimanfaatkan sebagai perkakas dan digunakan sebagai obat-obatan                                                   
-Bahan Pembuat Kertas                                                                                                                       -Pakan Ternak
E.SISTEMATIK
Karya tulis ilmiah ini dibangun dengan sisitematik standar dan baku meliputi Pendahuluan, Landasan teori, Meteodologi Penelitian, Pembahasan, Penutup.



BAB II
LANDASAN TEORI
KAJIAN PUSTAKA
A.           CIRI UMUM TANAMAN LAMTORO
Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan,[6] dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti pĕlĕnding, peuteuy sélong (Sd.); kemlandingan, mètir, lamtoro dan lamtoro gung (lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta kalandhingan, lantoro (Md.).[6] Nama-namanya dalam pelbagai bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipil-ipil, elena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux mimosa (Prc.).[7] Nama spesiesnya, leucocephala (='berkepala putih') mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.[8](Wikipedia.org)
B.           BAGIAN-BAGIAN TANAMAN LAMTORO
1.Pohon atau perdu
memiliki tinggi hingga 20m;[9] meski kebanyakan hanya sekitar 2-10 m.[10] Percabangannya rendah dan banyak, dengan pepagan berwarna kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-rantingnya berbentuk bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat.[7]
2.Daun
Daunnya majemuk dan berbentuk menyirip rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang, kebanyakan dengan kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip terbawah; daun penumpu kecil, bentuk segitiga. Anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, 6-16(-21) mm × 1-2(-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut halus dan tepinya berjumbai.[7][11]
3.Bunga
Bunganya majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm.[8] Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas.[11]
Buahnya polong berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14–26 cm × 2 cm, dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Buah lamtoro mengandung 15-30 biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang[10] atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat tua mengkilap yang berukuran 6–10 mm × 3-4,5 mm.[7][11] Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.[12]
C.           ASAL-USUL,  ANAK  JENIS DAN PERSEBARAN
1.Asal-usul
Lamtoro berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan dari situ kemudian menyebar luas. Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina pada akhir abad XVI. Dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia. Lamtoro ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang lekas tumbuh.
2.jenis
Lamtoro mudah beradaptasi, dan dengan cepat tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Ada tiga anak jenis (subspesies)nya, yakni:[8]
            A.Leucaena leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebarluaskan oleh bangsa Spanyol. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
            B.ssp. glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran besar (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta;
            C. ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.
3.Persebaran
Di Indonesia, tanaman ini yang menjadi flora identitas provinsi Jawa Tengah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Daerah Lamtoro adalah Guatemala, Salvador dan Hondura. Saat ini, Lamtoro  telah tersebar di kawasan Asia Tenggara.

BAB III
 METODE PENELITIAN
A.Jenis penelitian

Dalam karya tulis ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif penelitian diskriptif kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis tumbuhan lamtoro dan manfaatnya.
Menurut Sugiyono, (2003:14) Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
Sementara Render (2006) mengemukakan metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah untuk pengambilan keputusan manajerial dan Ekonomi.        
                        
B.Pendekatan Penelitian
 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui metode analisis deskriptif kualitatif

                                                                                                                                   
C.Sumber Data
 Sesuai tujuan penelitian yang menjadi sumber data pada penelitian ini adalah web 

D.Objek Penelitian  
Data pada penelitian ini adalah manfaat lamtoro


E.Teknik pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang kami lakukan dalah cara pembacaan yang intensif pencatatan data himpunan dan selanjutnya dianalisa sesuai dengan fokus masalah yang sedang dianalisis berdasarkan hasil temuan.
                                                                                           
F.Analisis Penelitian : data yang tekumpul dianalisis melalui langkah-langkah pengklasifikasian sampai kesimpulan dngan kata lain data dianalisis melalui kegiatan mengidentifikasi dan memferikasi/penarikan kesimpulan data penelitian.


BAB IV
PEMBAHASAN

A.           Kandungan yang terdapat pada lamtoro

-         ekstrak lamtoro dapat menyebabkan berkurangnya dan panjang fetes(janin seiring dengan meningkatnya dosis pemberian,tapi tidak bermakna statistik
-     Selain itu juga telah diteliti pengaruh biji Leucaena terhadap toleransi dan darah tikus diabetes yang berarti sebesar 27,28mg dan 43,72mg efek penurunan ini lebih kecil dibandingkan terhadap tikus yang diberi gliklaz 7,2mg/kg.
-      Pada tahun 2006 telah dibuktikan ekstrak air biji lamtoro dapat bertindak sebagai agen penurun gula darah dan telah diindikasi oleh STREP TOZOCIN, ditemukan B-CELL dari pangreasnya juga terlindungi dari efek neuratik dari biji lamtoro . akhirnya disimpulkan bahwa ekstrak air lamtoro menunjukan efek anti diabetes yng signifikan setelah diberikan secara oral.                                                                                                                                                  
B. Manfaat Lamtoro       
           Sejak lama lamtoro telah dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber kayu bakar dan pakan ternak. Di tanah-tanah yang cukup subur, lamtoro tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ukuran dewasanya (tinggi 13–18 m) dalam waktu 3 sampai 5 tahun. Tegakan yang padat (lebih dari 5000 pohon/ha) mampu menghasilkan riap kayu sebesar 20 hingga 60 m³ per hektare per tahun. Pohon yang ditanam sendirian dapat tumbuh mencapai gemang 50 cm.[13] Jika ditanam di dekat-dekat pohon lainnya, maka pohon di sampingnya akan kekurangan sinar matahari. Oleh sebab itu, biasanya lamtoro/petai cina ditanam sebagai pohon pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut. Tumbuhan ini juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun pangkasnya sebagai pupuk dalam tanah-.[14]
Pemanfaatan lamtoro sebagai rambatan hidup tanaman vanili (1920-1930)
Lamtoro adalah salah satu jenis polong-polongan serbaguna yang paling banyak ditanam dalam pola pertanaman campuran (wanatani). Pohon ini sering ditanam dalam jalur-jalur berjarak 3–10 m, di antara larikan-larikan tanaman pokok. Kegunaan lainnya adalah sebagai pagar hidup, sekat api, penahan angin, jalur hijau, rambatan hidup bagi tanaman-tanaman yang melilit seperti lada, vanili, markisa dan gadung, serta pohon penaung di perkebunan kopi dan kakao.[7][15] Di hutan-hutan tanaman jati yang dikelola Perhutani di Jawa, lamtoro kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk mengendalikan hanyutan tanah (erosi) dan meningkatkan kesuburan tanah.[16] Perakaran lamtoro memiliki nodul-nodul akar tempat mengikat nitrogen dan banyak menghasilkan daun sebagai sumber organik.[17]                                                                                                                                             
C. Bahaya Lamtoro Bagi Kesehatan Ternak Dan Manusia         
1.Bagi hewan ternak                                                                                    
Ternak sapi dan kambing menghasilkan pertambahan bobot yang baik dengan komposisi hijauan pakan berupa campuran rumput dan 20-30% lamtoro. Meskipun semua ternak menyukai lamtoro akan tetapi kandungannya tinggi dan dapat menyebabkan kerontokan rambut pada ternak.selain itu apabila sapi diberi lamtoro selama 6 bulan terus menerus maka sapi akan mengalami kehilangan rambut penurunan fertilitas (kesuburan) gangguan pada kelenjar tiroid dan katarak. Mimasin sejenis asam amino terkandung pada daun-daun dan biji lamtoro , pada ruminansia ,mimosin ini diuraikan didalam lambungnya oleh sejenis bauteria.pemanasan dan pemberian garam besi sampai belerang pun dapat mengurangi sisitas mimosin.
2.Bagi manusia
Pete mengandung asam amino tinggi sehingga dapatmengganggu kesehatan ginjal. Untuk itu, bagi yang menderita penyakit ginjal, sebaiknya menghindari konsumsi pete.
    Kadar purin tinggi sehingga meningkatkan adam urat dan reumatik
    Bau yang menyengat kadang menimbulkan rasa pusing/sakit kepala
    Bau menyengat pete dapat memicu bau mulut

       BAB V    
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian yang telah dilakukan, uji statistik dan dengan memperhatikan pembahasan adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh pemberian ekstrak daun lamtoro(Leucaena leucocephala L.)
terhadap pertumbuhan

2. Ekstrak daun lamtoro(Leucaena leucocephalaL.)pada kosentrasi 250 ml/tanaman
memberikan pengaruhpaling baikterhadap pertumbuhan

3. Lamtoro/petai cina ditanam sebagai pohon pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut. Tumbuhan ini juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun pangkasnya sebagai pupuk dalam tanah-.[14]
B.SARAN

1.Disarankan penulis untuk pembaca agar pembaca memberi saran, kritik untuk Karya Tulis Ilmiah yang tertulis.
2.Saran agar pembaca jika membuat karya tulis ilmiah bertema tentang memanfaatkan lamtoro agar pembaca meneliti bidang aspek tanaman yang lain selain lamtoro.

DAFTAR PUSTAKA
Carapedia.2016.Defisi Pertumbuhan.[Online]Tersedia
 https://carapedia.com/pengertian_definisi_pertumbuhan_info2188.html
 Diakses pada : 3 Februari 2016
Wikipedia.2016.Lamtoro.[Online]Tersedia
 https://id.wikipedia.org/wiki/Lamtoro          
Diakses pada : 3 Februari 2016

Nyusundalan.2016.Manfaat dan khasiat serta kandungan gizi lamtoro petai cina plandingan.[Online]Tersedia
Diakses pada : 5 Februari 2016
Taufikrahmatullah.2012.Perbedaan mendasar peneliti kualitatif dan kuantitatif.[Online]Tersedia
Diakses pada : 6 Februari 2016
Ibu dan balita.2016.Bahaya petai bagi kesehatan.[Online]Tersedia
Diakses pada : 11 Februari 2016
Beautygirly.2015.Rahasia manfaat dan efek samping petai untuk kesehatan.[Online]Tersedia
Diakses pada : 11 Februari 2016
Bongreng.2014.Persamaian bibit lamtoro leucena.[Online]Tersedia
Diakses pada : 11 Februari 2016
Aimyaya.2016.Obat diabetes tradisional lamtoro petai cina.[Online]Tersedia
Diakses pada : 12 Februari 2016      








-